Letusan
Sinabung Disertai Lava Pijar
TEMPO.CO, Medan-Gunung api Sinabung, Ahad malam, 24
November 2013, kembali mengalami erupsi. Sejumlah warga menyaksikan letusan
disertai dengan lava pijar. "Terlihat lava pijar di permukaan kawah
Sinabung," kata Yunus Sitepu, 45 tahun.
Yunus saat erupsi terjadi berada di lokasi pengungsian bersama 200 warga dari Desa Kuta Rayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. "Letusannya terjadi sekitar jam 8 lewat malam ini," kata Yunus. Dia mengaku menyaksikan lava pijar di permukaan kawah. "Hanya di permukaan kawah. Dan terlihat hanya 8 detik saja," kata Yunus yang mengungsi di jarak tujuh kilometer dari kawah Sinabung. Dia bersama ratusan warga lainnya, mengungsi di Jalan Lintas Karo dan Langkat, Kecamatan Kuta Rayat. "Kami mengungsi di jalan ini, karena kalau ke Kabanjahe jaraknya 27 kilometer. Sedangkan ke Kabupaten Langkat lebih dekat, 18 kilometer," kata Yunus.
Selama Sinabung kembali erupsi, awal November, Yunus mengaku sudah menyaksikan tiga kali letusan Sinabung disertai lava pijar dalam bulan ini. Armen Putra, petugas pos pemantau Sinabung dari Badan Geologi, mengatakan, sejak status Sinabung ditetapkan menjadi Awas, Ahad pukul 10.00 WIB. Letusan terus terjadi. "Hingga malam ini sudah lebih dari 8 kali erupsi," kata Armen. Letusan terakhir, sekitar pukul 8 malam, menurut Armen, tidak terlihat lava pijar. "Tapi letusan itu disertai awan panas (wedhus gembel)," ujar Armen.
Pasca peningkatan status Sinabung menjadi Awas dari Siaga, jumlah pengungsi membludak akibat radius yang diberlakukan bertambah menjadi lima kilometer, serta diungsikannya warga dari 17 desa dan 2 dusun . Informasi yang diperoleh dari petugas media center Sinabung, jumlah pengungsi sudah mencapai 11.618 jiwa.
Usaha yang dilakukan Lembaga Masyarakat
Jakarta - Sejumlah lembaga sudah
mulai menyalurkan bantuan untuk para korban letusan Gunung Sinabung di
Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Ada yang dalam bentuk barang, maupun dukungan
personel.
Kabid Humas Pemerintah Kabupaten Karo, Jhonson Tarigan menyatakan, pada hari pertama bencana, Minggu (15/9/2013), ada beberapa lembaga yang sudah datang. "Ada yang memberikan bantuan pangan, maupun bentuk lain. Besok ada beberapa lembaga lagi," kata Jhonson Tarigan kepada wartawan Minggu malam di Posko Penanggulangan Bencana Sinabung di Kabanjahe, Karo.
Kabid Humas Pemerintah Kabupaten Karo, Jhonson Tarigan menyatakan, pada hari pertama bencana, Minggu (15/9/2013), ada beberapa lembaga yang sudah datang. "Ada yang memberikan bantuan pangan, maupun bentuk lain. Besok ada beberapa lembaga lagi," kata Jhonson Tarigan kepada wartawan Minggu malam di Posko Penanggulangan Bencana Sinabung di Kabanjahe, Karo.
Di lokasi penampungan pengungsi di Taras, Kecamatan Berastagi, sejumlah personel dari Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU. Selain itu beberapa petugas Telkomsel juga berada di lokasi. Perusahaan telekomunikasi ini menyediakan bantuan telepon gratis.
Bantuan serupa juga
diberikan XL. Manager Management Service XL West Region, Firman AJ menyatakan, pihaknya
sudah menyiapkan posko di lokasi bencana. "Posko ini dimaksudkan untuk
membantu para korban bencana letusan Gunung Sinabung," kata Firman.
Selain itu, posko juga dimaksudkan untuk memantau kondisi jaringan XL pasca bencana. Selain telepon gratis dan bantuan pangan, di posko utama juga tersedia laptop yang sudah terkoneksi internet. Pihak yang berkepentingan, dapat menggunakan sarana yang disediakan Dinas Komunikasi dan Informasi dan PDE Karo ini.
0 komentar:
Posting Komentar